Agenda Kegiatan SIMKES Tahun 2007 (Meneruskan)
3 Maret 2007Sumber: Agenda Kegiatan SIMKES Tahun 2007
(format penulisan telah disesuaikan tanpa mengurangi makna dan isi)
Sumber: Agenda Kegiatan SIMKES Tahun 2007
(format penulisan telah disesuaikan tanpa mengurangi makna dan isi)
Penggunaan Internet sebagai salah satu cara untuk melakukan intervensi/pelayanan kesehatan sudah semakin berkembang. Sebagai media yang relatif baru (bagi sebagian penggunanya), Internet dapat dimanfaatkan untuk:
(tulisan ini menampilkan beberapa grafik dari Google Trends sebagai penunjang, silakan matikan tampilan gambar jika tidak berkenan)
Beberapa alasan penggunaan Internet untuk pelayanan kesehatan:
Seminar sehari tentang Peran Sistem Informasi Kesehatan dalam Desa Siaga akan diadakan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 14 Februari 2007
Tempat : Audit II FK UGM, Yogyakarta
Informasi selengkapnya silakan hubungi:
Informasi Pendaftaran :
Rosita/Nia
Sekretariat SIMKES
Jl. Farmako Sekip Utara Gedung IKM Lt. 3
Telp/Fax : (0274) 549432
Sebenarnya saya menemukan blog Puskesmas Palaran, Samarinda, Kaltim ini sudah beberapa waktu yang lalu dalam rangka blogwalking untuk melengkapi Bloglines Kesehatan, tetapi belum sempat berkunjung ke beberapa tautnya (link-nya), soalnya banyak sih..
Banyak aplikasi sistem informasi klinik dan computerized physician order entry (CPOE) yang telah diimplementasikan dan terintegrasi dengan sistem pembayaran maupun administrasi sehingga mampu menunjang sistem bisnis klinik/rumah sakit sesuai yang diharapkan. Beberapa diantaranya mungkin masih menemui kegagalan dan perlu dilakukan evaluasi ulang.
Rendahnya kualitas ketersediaan data, informasi dan pengetahuan sektor kesehatan suatu negara, mendesak dibentuknya suatu infrastruktur informasi kesehatan nasional. Konektivitas dan manajemen pengetahuan menjadi penting untuk meningkatkan status kesehatan dan sistem kesehatan yang lebih baik.
Meningkatkan status kesehatan di suatu negara tentunya membutuhkan kerjasama bidang-bidang manajemen kesehatan personal (individu), pelayanan kesehatan (praktisi klinis), kesehatan masyarakat, dan penelitian yang terkait kesehatan.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technologies/ICT) di beberapa negara maju memberikan pengalaman positif terhadap kesehatan.
Dengan TI, dunia kesehatan mampu:
Gambaran perkembangan sistem informasi kesehatan di negara berkembang tersebut mengalami beberapa masalah mendasar:
Memberikan pendidikan bagi profesional kesehatan dalam penggunaan teknologi kesehatan dan menyediakan akses serta konektivitasnya diharapkan akan mampu mengurangi kesenjangan teknologi bidang kesehatan.
Pengembangan teknologi kesehatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sebagai sebuah investasi, diperlukan perencanaan yang matang. Dengan adanya pusat pendidikan informatika kesehatan/kedokteran/sistem informasi manajemen kesehatan (UI, Undip, UGM), suatu upaya strategis untuk menciptakan infrastruktur informasi kesehatan nasional sedang dijalani.
Pengembangan sistem informasi instansi kesehatan, sistem informasi rumah sakit, sistem informasi klinis, sistem informasi farmasi, sistem informasi pendidikan kesehatan, dan sejenisnya diharapkan akan lebih terpacu dan mampu menghubungkan keinginan serta kebutuhan para pengguna maupun pengembang. Yang paling mengetahui masalah di lapangan seyogyanya adalah pelaku kesehatan sendiri, sehingga jika para pengembang mau dan mampu mempelajari sistem kesehatan kita, mengapa tidak orang kesehatan sendiri yang mencoba memahami teknologinya.
Selamat bergabung di sistem informasi manajemen kesehatan.
Pada diskusi panel Kebijakan dan Prospek Open Source di lingkungan FK UGM tanggal 14 Agustus 2006 lalu, hadir sebagai pembicara: Engkos Koswara dan Kemal dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Bambang Prastowo (Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi [PPTIK] UGM), Jazi Eko Istiyanto (FMIPA UGM), Iwan Dwiprahasto (FK UGM), Hari Kusnanto (Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat [IKM] FK UGM), dan Nova Rusydi Setiawan (administrator jaringan FK UGM) diikuti oleh beberapa rekan mahasiswa dan pemerhati open source. Diskusi dimoderatori oleh Pak Anis Fuad.
Pak Engkos dan Pak Kemal menekankan pada isu global pengembangan Open Source Software (OSS), posisi Indonesia sebagai konsumen dan pembajak nomor wahid (Priority Watch List) piranti lunak, kebijakan pemerintah tentang Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), penggunaan piranti lunak legal di pemerintahan, penghematan devisa, dan deklarasi Indonesia, Go Open Source (IGOS). Arsip program ini dapat dilihat di arsip IGOS.
Dalam sasarannya untuk meningkatkan SDM bidang teknologi informasi, maka instansi pendidikan harus dilibatkan.
Campus Agreement (CA) Microsoft dan Universitas Gadjah Mada (UGM) akan berakhir Agustus 2006 (sejak 1 Agustus 2003) ini. Untuk menghilangkan pembajakan piranti lunak di UGM, diluncurkanlah misi UGM Go Open Source (UGOS). Pak Bambang Prastowo menyampaikan untuk menghormati HAKI, kebebasan akademik, dan menciptakan prekondisi pengenalan produk open source, akan dilakukan penerapan sistem operasi dan aplikasi open source secara bertahap dan berkelanjutan pada komputer dan laptop yang tidak memiliki lisensi sistem operasi Microsoft. PPTIK akan membantu melalui pelatihan dan konsultasi.
Pak Jazi menekankan pada aplikasi office dan Internet dengan open source beserta contoh aplikasi, keunggulan dan kelemahannya.
Bagaimana dengan Fakultas Kedokteran UGM? Disampaikan bahwa beberapa PC di ruang tutorial FK telah telah menggunakan GNU/Linux. Belakangan, PC untuk akses Internet di perpustakaan FK telah menggunakan GNU/Linux.
Pak Dwiprahasto menegaskan UGM sebagai Research University dengan program internasionalnya tentu tidak dapat lepas dari dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Terdapat keunggulan serta kelemahan masing-masing Windows dan GNU/Linux dalam dukungan akademik. Migrasi Windows ke GNU/Linux sebaiknya dipertimbangkan dengan baik sehingga nantinya mampu bersaing secara global, bukan hanya karena gratis.
Pak Hari Kusnanto memberikan contoh-contoh aplikasi open source yang dapat digunakan untuk kedokteran dan kesehatan masyarakat, serta bioinformatik. Aplikasi tersebut antara lain: OSCAR (Open Source Clinical Application Resources) dari Kanada, openEMR, Open eMed, OpenGALEN, open standard dari HL7, dan GeoDa untuk pemetaan penyakit serta risikonya menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).
Mas Nova menyampaikan manajemen jaringan Internet (kabel dan nirkabel/WiFi) di FK UGM yang telah menggunakan GNU/Linux.
Jadi (pesan moralnya adalah…) migrasi ke piranti lunak open source adalah sebuah pilihan, yang penting dunia pendidikan dapat memberi contoh penggunaan piranti lunak legal dan menghargai HAKI tanpa mengurangi kebebasan dan kreativitas.
Perkembangan GNU/Linux di FK UGM dapat dilihat disini..
Gratisan di Windows dan tulisan GNU/Linux sebelumnya dapat dilihat disini..