Health Info – Kesadaran [tidak] Merokok

Merokok adalah suatu tindakan yang “berani”, karena nyawa taruhannya.
Baik itu nyawa sendiri, keluarga maupun orang lain. Asap tembakau yang [jelas-jelas] mengandung racun, telah merenggut nyawa ‘penikmatnya’.


Tentang rokok dan statistiknya bisa dibolak-balik dulu di medline plus dan di Komnas Penanggulangan Masalah Merokok.

Secara sosial, asap rokok meninggalkan “jejak” pada bau mulut, gusi, gigi dan pakaian. Secara ekonomi, penghematan dari merokok tentu bisa dialihkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

Merokok dikatakan sebuah pilihan. Rokok tetap ada karena pabrik rokok menghidupi banyak tenaga kerja. Negara juga mendapat hasil dari cukai rokok yang tidak sedikit.

Namun…sungguh ironis. Selain menghidupi rakyat pekerja rokok dan bangsa kita pada umumnya, rokok juga lambat laun mencabut kehidupan para “penikmat” rokok, baik itu perokok aktif maupun perokok pasif (yang tidak kalah berbahayanya).

Lepas dari beban negara menanggung biaya kesehatan yang 3 kali lipat dari pendapatan cukai rokok, lepas dari peraturan-peraturan dilarang merokok, merokok adalah berbahaya bagi kesehatan, merugikan secara sosial dan ekonomi.

Apa yang bisa kita lakukan..akankah kita biarkan asap rokok merenggut nyawa orang-orang yang kita sayangi..

Bagi yang [masih] merokok karena “pilihan” hidup, kini juga harus menghargai [pilihan hidup] yang tidak merokok. Larangan merokok di tempat-tempat umum mesti diperhatikan..racunmu bukan untukku..:)

Mari tidak merokok…
Mari berhenti merokok…

6 Balasan ke Health Info – Kesadaran [tidak] Merokok

  1. eptia mengatakan:

    Setuju…

    Yang lebih gila lagi, waktu marak demo kenaikan BMM, mereka sambil merokok teriak2 protes kenaikan harga..

    Harga rokok naik melambung tinggi gak ada yg protes, alias tetap dibeli dengan harga berapapun juga. bingung deh..🙂

    http://www.eptia.blogspot.com

  2. Dani Iswara mengatakan:

    mari kita mulai dari lingkungan kecil kita..keluarga..saudara..teman..rekan kerja..bebas dari rokok..

  3. Lakshmi Nawasasi mengatakan:

    Banyak orang bilang, ga ada lho orang meninggal dalam keadaan merokok ; yang banyak malah meninggal pada waktu olah raga, tidur atau beraktifitas lain hehe. Sponsor utama untuk acara musik, olah raga biasanya dari rokok tuh plus spanduknya dan billboard nya yang segede tampah🙂.Rokok juga banyak menampung tenaga kerja. Rokok katanya bisa membangkitkan inspirasi, mengurangi stress … bahkan ada lho senior saya mau melakukan operasi kudu ngerokok dulu ….. Trus supir-supir angkot itu katanya ngerokok juga bisa ngilangin stres (disaat setoran turun) dan bisa ngurangin rasa kantuk terutama buat supir bis malam antar pulau. Jadi, tauk ah gelap …🙂

  4. Dani Iswara mengatakan:

    itulah susahnya..efek negatif rokok jangka panjang..10-15 tahun-an..kl dah jatuh sakit..baru terasa..

    pemerintah harusnya lbh waspada akan ancaman rokok..tp ya itu td..tembakau harus dialihkan bukan untuk rokok dan tenaga kerjanya nanti bukan untuk buat rokok..pabrik rokok jadi pabrik tembakau yg bukan buat rokok..bisa gak ya..

    ruang perokok dipersempit untuk melindungi yang bukan perokok..

  5. Dee mengatakan:

    Merokok berarti tidak mau bersyukur atas rahmat-Nya. Sudah dikasih badan dan organ-organ tubuh dengan fungsi sempurna, lha kok malah secara sadar dirusak sendiri. Saya yakin, hmapir semua perokok tahu kalau merokok itu berbahay bagi kesehatan. Berarti mereka dengan sengaja telah merusak nikmat-Nya. Makanya, ada beberapa ulama yang dengan tegas-tegas mengharamkan rokok. Ironisnya, banyak pula ulama-ulama yang bicara soal agama, sambil klempas-klempus udud, campur menyan lagi…

  6. Dani Iswara mengatakan:

    » Dee:
    apalagi kl merasakan nikmatnya siaran langsung sepak bola..(yg disponsori rokok..kl dari pihak rokok:”Buat ‘bayar’ dosa..”)😀

%d blogger menyukai ini: