Life – Waspada Bencana (Gempa)

Bencana alam memang sering datang tak terduga. Kadang dapat dideteksi (seperti letusan gunung api, tsunami, angin badai), namun sering pula sulit dideteksi (seperti gempa bumi). Untuk itu perlu dilakukan mitigasi, suatu upaya untuk mengurangi dampak bencana. Salah satunya adalah pemasyarakatan informasi menghadapi bencana. Berikut pengalaman pribadi saya menghadapi gempa yang baru saja melanda Yogyakarta:

Saat gempa; di dalam rumah:

  • jangan panik, berdoalah
  • jika sempat/kondisi bangunan kurang meyakinkan, berlarilah keluar rumah
  • lindungi tubuh anda dari objek yang mungkin roboh (berlindung di bawah meja, lindungi kepala dengan bantal, hindari lampu gantung, hindari lemari kaca)
  • cegah kebakaran (matikan listrik, kompor, lilin)
  • jika sempat, raih telepon seluler terdekat anda

Saat gempa; di luar rumah:

  • jangan panik, berdoalah
  • hindari objek yang mungkin roboh (gedung, genteng, tiang listrik, jembatan, papan reklame)
  • jika memungkinkan, carilah lapangan terbuka

Setelah gempa:

  • jangan panik, berdoalah
  • waspadai gempa susulan
  • ikuti perkembangan informasi selanjutnya (radio, televisi, telepon seluler)
  • kabari saudara/orang tua
  • berkumpullah bersama keluarga, jangan terpisah, evakuasi bersama (jika perlu)

Persiapan rutin menghadapi gempa:

  • seluruh anggota keluarga/penghuni harus mengenali informasi-informasi menghadapi gempa (vulkanik, tektonik)
  • ikuti dan cermati pelatihan evakuasi yang diberikan
  • simpan surat-surat berharga di tempat yang aman dan mudah diraih
  • memiliki perlengkapan ‘darurat’ (pakaian, peralatan MCK [mandi, cuci, kakus]) yang siap digunakan untuk pengungsian sewaktu-waktu/mobilisasi/traveling
  • ikutlah program asuransi
  • dirikan/huni bangunan yang tahan gempa
  • karena sebagian besar kepulauan Indonesia termasuk berisiko gempa, maka yakinlah suatu saat gempa akan terjadi lagi tanpa kita duga

Semoga selamat…Tuhan menyertai…

4 Balasan ke Life – Waspada Bencana (Gempa)

  1. anis mengatakan:

    mas Dani, boleh juga tuh kalau mereview macam-macam asuransi rumah. Btw, baiknya kapan mulai asuransi, karena estimasinya khan baru setelah 50 tahun lagi akan muncul gempa sebesar ini lagi…

  2. Dani Iswara mengatakan:

    he he he, iya pak anis..tapi blm ada agen asuransi yg menghubungi nih..😀.. kmrn sempat liat2 bisnis.com, jasindo.co.id tentang asuransi kerugian (harta benda; misalnya Asuransi Kebakaran, Kendaraan Bermotor, Kecelakaan Diri, dll), asuransi jiwa (kecelakaan, kesehatan) dan asuransi sosial..tapi sepertinya asuransi belum banyak dipahami masyarakat, atau bbrp perlu diwajibkan juga spt asuransi bencana?? Gemana kl mulai asuransi skrg..krn bencana dtg tdk terduga..itung-2 ‘investasi’..syukur semua keluarga selamat..

  3. eptia mengatakan:

    Mas Dani, turut berduka ya.. Bagaimana keadaan jogja – jateng sekarang? Ikut jadi relawan kah? Pengen banget datang kesitu,mudah2an diberi kesempatan. Amin. Mudah2an lagi kita bisa sama2 membangun jogja kembali, bukan sekedar duduk manis disini sibuk mengecam ini dan itu🙂

  4. Dani Iswara mengatakan:

    eptia, dari berita yg saya ikuti, suplai logistik membaik..pembangunan fisik biasanya mulai 3 bln setelah gempa..sayangnya saya gak ikut terjun langsung..’jalur lain’ aja..abis si kecil di rmh blm punya pengasuh..blm berani ninggalin..jd diasuh berdua giliran ama istri aja..:D
    banyak cara utk membantu kan..

%d blogger menyukai ini: