Gadget – Memilih PDA untuk Dokter

Fungsi PDA (Personal Digital Assistant) untuk dokter yang utama (teorinya) ialah mampu mendukung aktivitas keseharian dokter terutama dalam hubungannya dengan pelayanan kesehatan.

PDA memberi dampak yang signifikan terhadap pembuatan keputusan klinis dan pelayanan pasien (Dee dkk., 2005).

Teknologi hanyalah pendukung. Manusia (dokter dan pasien) tetap sebagai pemegang keputusan. Sebagai alat bantu pendukung keputusan (decision tool), PDA dapat digunakan sebagai referensi (buku teks, pedoman diagnosis, dosis obat, pemeriksaan laboratorium, atlas, jadwal imunisasi, grafik tumbuh kembang, kamus medis, dll), kalkulator medis (BMI, dosis infus, koreksi elektrolit, GCS, skor Bishop, cek waktu subur, perhitungan uji statistik, dll), alat bantu edukasi pasien (gambar anatomi, fisiologi), dan memo medis.

Dengan kemampuannya menyimpan basisdata pasien dalam jumlah tertentu(tergantung kapasitas kartu memori), PDA dapat digunakan sebagai rekam medis bergerak (mobile medical record).

Fungsi standarnya adalah sebagai asisten pribadi untuk urusan catatan tugas, janji pertemuan, daftar kontak, pengingat jadwal, dll.

Sistem operasi apa yang sebaiknya dipilih?

Jika digunakan untuk praktik berkelompok, pertimbangkan untuk menyesuaikan dengan sejawat lainnya untuk memudahkan bertukar aplikasi/data (perhatikan lisensi) dan pemecahan masalah bila menemui kesulitan. Dua pemain besar adalah Palm OS (Palm) dan Pocket PC (PPC; Windows Mobile; Windows CE).

Kelebihan Palm: aplikasi medis lebih banyak tersedia dalam format Palm dibanding PPC (mungkin karena Palm lebih dulu lahir dibanding saingannya), dukungan aplikasi office (Palm punya Documents To Go) yang lebih baik dari PPC, ukuran program aplikasi lebih kecil dan tampilannya sederhana sehingga relatif lebih cepat, lebih mudah digunakan, hemat memori, hemat baterai (apalagi tidak multitasking, kecuali beberapa program multimedia; jadi masih bisa bekerja sambil mendengarkan lagu), jarang reset/restart (asal program aplikasi kompatibel), harga relatif lebih murah.

Kekurangan Palm: tidak multitasking, tampilan antar muka kurang ‘seindah’ PPC, sedikit pilihan perangkat ber-WiFi (built-in).

Kelebihan PPC: tampilan antar muka lebih akrab bagi pengguna MS Windows, multitasking (perhatikan kapasitas memori internal/RAM), lebih banyak pilihan perangkat ber-WiFi, kini memiliki lebih banyak pabrikan (lebih populer).

Kelemahan PPC: ukuran berkas (file) program relatif lebih besar dari Palm, boros memori/RAM (dapat menjadikannya ‘rajin’ restart/reset dan hang), boros baterai (kalau digunakan multitasking?), kecepatan prosesor lebih tinggi membutuhkan daya lebih besar.

Debat klasik sering terjadi tentang Palm OS vs Pocket PC, carilah informasi dari pengguna yang pernah menggunakan kedua jenis sistem operasi ini agar lebih objektif.

PDA, PDA-phone, atau smartphone?

Keuntungan memiliki perangkat terintegrasi: praktis.
Kelemahan perangkat integrasi: hilang satu (baterai habis, dicopet, dll) hilang semuanya..😀 (ingat backup data).

Qwerty keyboard, phone keypad, add on keyboard, atau cukup stylus pen saja?

Stylus pen saja mungkin tidak cukup atau kurang cepat untuk input teks panjang.
Keyboard (lipat) tambahan dengan infra merah atau bluetooth? Sisi praktis mungkin menjadi berkurang dengan tambahan bawaan.
Phone keypad atau Qwerty keyboard (geser/horisontal) sepertinya masih cukup terasa handy jika mampu mengoperasikan dengan 1 tangan, biasanya ini harus dibayar dengan ukuran/dimensi perangkat yang lebih besar, berat, atau layar yang lebih kecil.

Konektivitas?

Kabel, infra merah, Bluetooth, GPRS, EDGE, 3G, WiFi? Sesuaikan dengan ketersediaan akses di lingkungan anda. Model 3G mulai digalakkan, WiFi masih terbatas di lokasi tertentu (kampus, hotel, cafe, bandara), kadang tidak gratis.

Harga dan model?

Bandingkan kelengkapan spesifikasi masing-masing. Harga barang elektronik kadang cepat berlaku surut. Jangan membeli model yang terlalu lawas dengan pertimbangan kesulitan suku cadang atau aksesorisnya.

Cek juga review di Internet (web/weblog, forum, mail list), majalah, koran, dan media lainnya.
Tidak ada perangkat yang sempurna, jadi sesuaikan dengan kebutuhan kita masing-masing..

4 Balasan ke Gadget – Memilih PDA untuk Dokter

  1. Dani Iswara mengatakan:

    tes komen..😀

  2. Putu Arya mengatakan:

    Wah saya tetep condong ke palm kak dani. Saya pernah minjem ppc punya saudara dan install-uninstall programnya rumit banget. Selain itu palm lebih stabil.

  3. Dani Iswara mengatakan:

    » Putu Arya:
    ya ambil manfaat masing2 aja..
    aplikasi palm scr umum lbh sederhana dan ringan dibanding ppc..😀

  4. yOGA mengatakan:

    emang aplikasinya apa sih yang biasa diinstal (ppc) utk kebutuhan seorang dokter

    » yOGA:
    pembaca ebook: iSilo, MobiPocket, Adobe Reader, PocketPDF, dll
    saya pernah nyoba (gratisan) medcalc, epocrates, glucocontrol, shots, BMI calc, weight calc, journal club

%d blogger menyukai ini: