Gadget – Pengembangan Aplikasi Medis PDA

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi kesehatan, salah satunya dapat dilakukan melalui pengembangan aplikasi medis PDA (Personal Digital Assistant).

Agar tidak sebagai pengguna (konsumen) saja, dengan sedikit kreativitas kita dapat melakukan pengembangan aplikasi medis PDA. Pengembangan aplikasi yang dimaksud disini, tidak hanya melalui pendekatan pemrograman/pembuatan piranti lunak, tetapi dapat juga melalui pembuatan teks elektronik (eText) dan buku elektronik (eBook).

Referensi medis format elektronik

Referensi medis seperti pedoman diagnosis dan terapi, interpretasi laboratorium, interpretasi radiologis, interaksi obat, dan sejenisnya dalam format elektronik untuk PDA tentu akan lebih bermanfaat jika selalu tersedia saat dibutuhkan, mudah diakses, dan mudah ditransfer secara nirkabel (beaming via infra merah atau Bluetooth) ke perangkat sejenis.

Keuntungan eText dan eBook ini diantaranya adalah fleksibilitas dan portabilitas. Fleksibel karena teks dan buku format elektronik ini dapat dibaca dengan berbagai perangkat baca seperti komputer dengan berbagai sistem operasi (PC/Windows, Mac, BSD, Linux), PDA/PDA Phone (Palm, Windows Mobile, Linux Mobile), Smartphone (Symbian), dan beberapa ponsel biasa serta MP3/MP4 player dapat pula membaca format .txt.
Asal perangkat pembaca tersedia, portabilitasnya membantu kita dapat membaca teks/buku elektronik dimana saja dan kapan saja, termasuk untuk melenyapkan saat menunggu yang membosankan.

Untuk dapat membuat eText atau eBook dari suatu berkas dokumen (dengan atau tanpa hyperlinks), iSiloX dapat membantu konversi dokumen HTML (dapat dibuat dengan editor teks sederhana seperti notepad dan sejenisnya) menjadi dokumen iSilo.
Microsoft Reader memiliki perangkat khusus untuk melakukan konversi format teks menjadi .lit untuk PPC (Pocket PC/Windows Mobile).
Format teks elektronik Palm OS dengan standar .DOC (beda dengan .doc dari MS Office) dapat dibuat dengan editor teks AbiWord (Linux) dan OpenOffice.org.
Format universal .pdf dapat dibuat melaui OpenOffice.org dan MS Office (dalam Windows memerlukan bantuan PDF Creator atau konversi PDF sejenisnya).

Piranti lunak pembaca teks elektronik untuk PDA ada yang tersedia gratis walaupun dengan fitur terbatas, seperti ketidakmampuan membaca format teks dan hyperlinks.
Beberapa eText reader yang masih sering digunakan (cek di Memoware.com), diantaranya:

Menurut penulis, sebaiknya sebuah pembaca teks elektronik mampu membaca teks berformat, hyperlinks, menampilkan gambar, warna, mampu melakukan konversi format teks, dapat mengedit, dan tentu saja harus gratis, kalau perlu open source (ada nggak ya…?).

Pengembangan melalui bahasa pemrograman

Topik sejenis ini pernah dimuat dalam ilmukomputer.com (versi lama) atau blog ilmukomputer.org (versi blog; baru) dan di kioss.
Menurut fppda.com, menulis program untuk Palm relatif lebih mudah dibanding PPC.
Yang sering digunakan mungkin bahasa Visual C atau C++ (Palm dan PPC). Metrowerks Code Warrior (berbayar) merupakan standar baku pemrograman C. Coba juga cek di halaman pengembang Palm Source. Bahasa lainnya dapat menggunakan Pascal, Fortran, maupun Basic.
Alternatif lain adalah menggunakan Java yang sedang populer. Pengembangan Java membutuhkan beberapa perangkat seperti: Sun’s JDK, Microsoft’s SDK untuk Java, Microsoft’s Visual J++, Symantec’s Cafe, IBM’s Visual Age atau yang sejenis.
Atau dapat mencoba menggunakan Waba SDK untuk dapat menjalankan program Waba yang ditulis dengan Java.

Lebih detailnya, silakan mengunjungi situs pengembang Palm dan Microsoft Windows Mobile.

Pengembangan lainnya melalui pendekatan basis data dan Rapid Application Development (RAD).

6 Balasan ke Gadget – Pengembangan Aplikasi Medis PDA

  1. Emanuel Setio Dewohttp://dewo.wordpress.com mengatakan:

    Hallo, saya juga sdh memikirkannya. Kebetulan banyak PDA yg sdh memiliki modul Wi-Fi shg tdk perlu koneksi GPRS/CDMA utk mengakses sistem.

    Tapi lagi2 tampilan jadi terbatas karena keterbatasan layar. Apalagi jika dituntut menampilkan gambar dgn resolusi tinggi, misalnya hasil USG/scan, dll.

    Tadinya saya mencoba mendesain utk kegiatan administratif rumah sakit atau klinik, tetapi lagi-lagi terbatas karena layarnya yg kecil sehingga tidak enak utk dipakai dalam operasionalnya. Sedangkan metode input dgn stylus juga sedikit mengganggu user. Padahal dari segi portabilitas pasti akan sangat terbantu.

    Salam

  2. Dani Iswara mengatakan:

    Halo juga mas Dewo,
    thanks dah mampir..
    dg segala keterbatasannya, org2 medis (katanya dlm suatu penelitian) lbh mementingkan manfaat klinisnya utk digunakan secara personal..

    yah.. semoga TI dpt membuat pelayanan kesehatan dan bdg lain mjd lbh baik lagi..

  3. Kang Kombor mengatakan:

    Kalau semua dokter ber-PDA ceperti dr. Moko, wah… hebat. Si Sabar (alias pasien alias patient) akan lebih mudah diterangin, bukan ngawang-awang membayangkan apa yang diterangkan oleh dokter. Hebattt… Kapan yah?

    » kang kombor:
    ada jg yg pake poster, pamflet, laptop, pc…yg penting pasien bisa PUWASS..PUWASSS™..🙂
    sebenernya ngga hrs punya sendiri, bisa jg klinik/RS yg nyediain kan ya..

  4. AgusW mengatakan:

    Betul sekali. Mudah2an orang2 media yang pake PDA lebih memili PDA ke manfaat daripada keterbatasan pada kempuan PDA-nya

  5. dani iswara mengatakan:

    » AgusW:
    makasi dah mampir mas agus..temen2 perawat Indonesia (terutama di luar negeri) sudah makin banyak yg familiar dgn PDA utk kepentingan klinis sehari-hari kan ya..🙂

  6. Tips PDA mengatakan:

    Kebanyakan para pengguna PDA mengeluhkan layarnya…

%d blogger menyukai ini: