Health Informatics – Perkembangan Informatika Kesehatan

Hari ini (secara bukan ilmiah), dengan kata kunci masing-masing “informatika kesehatan” dan “informatika kedokteran” via Google, saya mencoba menemukan nama dan peristiwa terkait informatika kesehatan (health informatics), informatika kedokteran (medical informatics), dan informatika kesehatan masyarakat (public health informatics) di Indonesia melalui Internet (huruf ‘I’ besar = global; internet/intranet dengan huruf ‘i’ kecil = lokal[?] Mohon koreksi..).

Secara subjektif, hasil pencarian 10 halaman pertama yang berhubungan saya telusuri tautnya dengan membuka tab baru di Firefox. Tidak terasa telah terbuka sekitar 30-an tab. Beberapa berkas berupa format pdf (terutama dari Pak Anis) tidak saya tampilkan di Firefox (tapi saya simpan dengan download manager FlashGot + WebDownloader for X, kadang juga menggunakan ekstensi DownThemAll; Ubuntu Linux) agar tidak memberatkan browser.

Taut dari sumber alamat yang sama, judul tulisan yang sama, tidak berkaitan, tidak ditelusuri. Taut dari halaman yang dibuka tidak ditelusuri karena keterbatasan waktu. Taut dari blog saya tidak ditelusuri.πŸ™‚

Setelah dipilah, tersisa 21 (+pdf) halaman termasuk blog rekan-rekan yang ada di menu samping blog saya. Bobot nama (ada situs terkait/situs pribadi yang dapat ditelusuri tentang nama yang bersangkutan), tulisan, dan peristiwa dipilah kembali sehingga menghasilkan 11 halaman untuk diulas sepintas:

.
Berikutnya adalah ulasan terkait nama dan peristiwa seputar informatika kesehatan/kedokteran di Indonesia:

Nama seputar informatika kesehatan/kedokteran di Indonesia

Ada nama Erik Tapan, Anis Fuad, Johan Harlan (wajah lama).
Terkait nama-nama di atas, Erik Tapan memulai aktivitas ‘dokter Internet’ melalui mailing list(milis) Dokter Indonesia (telekonsultasi), memasyarakatkan informatika kedokteran/kesehatan melalui berbagai media dan seminar, berperan dalam telemedicine di Indonesia.
Anis Fuad aktif dalam berbagai diskusi di milis sejak mahasiswa, turut mengembangkan kurikulum pendidikan informatika kesehatan/kedokteran di UGM, konsultan di bidangnya, lebih rajin menulis di berbagai media dan jurnal (apalagi sejak aktif nge-blog..).
Johan Harlan seorang ahli biostatistik, dokter Angkatan Laut, koordinator informatika kedokteran Universitas Gunadarma.
Hatmoko, Siswanto M. Muhamad, Nur Martono (wajah baru). Sebelumnya saya pernah mengetahui nama Hari Kusnanto, Rano Indradi, Adiet, Agus Mutamakin, Syaiful Fatah, Ali Sungkar, Harun Riyanto, Ronald T. Gultom.

Peristiwa seputar informatika kesehatan/kedokteran di Indonesia

Perkembangan informatika kesehatan/kedokteran yang saya ketahui dari Internet ini, meliputi peristiwa yang terjadi secara on line melalui Internet dan off line. Telekonsultasi, telemedicine, telenursing, pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran, pemetaan kesehatan, pemasyarakatan informatika kesehatan/kedokteran melalui seminar, simposium, diskusi di berbagai media terus dikembangkan.

Beberapa pusat pendidikan/perguruan tinggi menyebutnya dengan istilah informatika kedokteran, sistem informasi manajemen kesehatan, informatika kesehatan. Mahasiswanya berasal dari disiplin ilmu kesehatan/kedokteran, teknik informatika, rekam medis, keperawatan, farmasi, statistik, dan sosial. Ada yang mengarahkan lulusannya menjadi ahli membuat perangkat lunak medis, ahli rekam medis, dan ahli sistem informasi manajemen.

Di daerah, perkembangan informatika kesehatan masyarakat dapat dilihat dari aplikasi yang digunakan di pusat pelayanan kesehatan baik dinas kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas. Beberapa proyek merupakan uji coba/percontohan dari sistem kesehatan daerah yang dikembangkan secara lokal (lebih lengkapnya tentang ini akan coba ditampilkan pada tulisan berikutnya..).

Catatan penulis

  • Kemungkinan terdapat informasi yang lebih baik pada halaman pencarian di atas 10 halaman pertama
  • Halaman situs dapat ditemukan karena isinya yang ‘padat’ kata kunci, terdaftar pada beberapa mesin pencari, memiliki banyak taut dari situs lain, dan mungkin bukan karena kualitas tulisan
  • Mungkin memang belum banyak informasi informatika kesehatan/kedokteran berbahasa Indonesia yang tersedia di Internet

Ada saran dan komentar?

11 Balasan ke Health Informatics – Perkembangan Informatika Kesehatan

  1. cakmoki mengatakan:

    Mas Dani,
    Melihat editorial tempo (http://www.tempo.co.id/medika/arsip/062001/edi-1.htm), kemungkinan th 2001 (iya agak aneh, judulnya jantung).
    Menurut saya, bila ingin Informatika Kedokteran aplikatif, dimasukkan dalam kurikuler FK.
    Alternatif:
    Mengurangi jumlah sks mata kuliah penunjang seperti perilaku dan sejenisnya atau
    Masuk lab IKM, Manajemen Kesehatan.
    Kalo ngga masuk kurikuler, saya khawatir ngga nyambung dengan Program Kesehatan Nasional.
    Memeng betul ada dokter yang ngga bisa makai komputer, termasuk saya dulu. Hal ini ngga boleh terulang. Lucu kan, depkes memprogramkan SIMPUS, dokternya ngga bisa komputer … hehehe. Emangnya mau pakai rugos, skotlet, spidol kayak saya dulu?
    Pernah ngga ya Dikti dan Depkes omong-omongan masalah ini?
    Gimana kalo tulisan-tulisan semacam ini kita kirim ke Depkes?

  2. Dani Iswara mengatakan:

    #1. Pak Hatmoko (cakmoki): saya justru berharap bapak2 dan ibu2 dosen FK di bidang pendidikan yg punya ‘tantangan’ ini ke depan..Pak Erik, Pak Anis, dkk. sudah mulai sejak dulu..

    Saya yg br belajar masih meraba-raba..

    Sambil menunggu beliau2 membuat buku, tutorial2, e-Knowledge, cerita pengalaman2 di lapangan dan semacamnya yg bisa kami jangkau dg Internet spt ini, ya.. br ini yg bs saya lakukan..nge-blog..πŸ™‚

    Para petinggi pasti ada akses Internetnya..πŸ˜€ (baca blog jg ngga ya..)
    Beliau2 yg senior pasti pernah menjajaki urusan kurikulum nasional tsb..

  3. Evy mengatakan:

    Mas/Dik Dani,
    Salam kenal

    Kenapa ya dokter kita gaptek… klo ditanya komputer kadang ga nyambung, mungkin ga merasa perlu atau belum memahami manfaat-nya terutama yg nyata…
    Padahal ke depannya mungkin spt hal-nya di negara maju untuk mendapat info kesehatan atau mencari dokter praktek, masyarakat searching di internet.

  4. Anonymous mengatakan:

    kok tidak mengulas web sendiri to? Padahal di technocrati selalu muncul web-nya mas Dani kalo nyari blog tentang health informatics ?

    Cakmoki: Saya juga heran editorial di Medika kok bisa keliru penulisan redaksinya. Di versi cetak juga demikian. Mungkin mereka mau mengutip salah satu kalimat dalam artikel di edisi tersebut yang kira-kira berbunyi “informatika kedokteran adalah jantung pelayanan kesehatan abad mendatang” tetapi ada kata yang terhapus dan salah letak. Ya sudah, wong saya tahu ada artikel tersebut juga setahun sesudahnya kok..
    Dalam draf pedoman kompetensi bagi kurikulum pendidikan dokter memang ada beberapa hal terkait dengan informatika kedokteran, tetapi isinya juga masih aneh. Kalo pak Hatmoko sempat lihat bisa senyum-senyum sendiri. Nanti saya akan posting khusus tentang itu.

    Kemarin pagi, saya ikut rapat di fakultas tentang matrikulasi bagi para calon residen. Dalam program matrikulasi tersebut, materi teknologi informasi akan diberikan selama 1 hari (jam 8 sampai jam 4 diselingi istirahat). Kata salah satu pengelola tim matrikulasi,” kalo residen sudah bisa bikin PPT disertai animasi dengan baik para pengelola program pendidikan dokter spesialis sudah seneng kok“. Memang sih, tidak tertulis secara khusus istilah informatika kedokteran (karena belum pada aware kali ya…). Tetapi ini merupakan kesempatan baik untuk promosi informatika kedokteran kepada para residen. Mas Dani, nanti ikut ngajarin tentang PDA dan medical ebook ya….tanggal 4 Januari nanti di labkom Radioputro. Moga-moga internetnya sudah gak lelet lagi…

  5. Dani Iswara mengatakan:

    #3. Evi, I.V., drg., Sp.BM: salam kenal jg Bu..kayaknya blm ada penelitiannya di Indonesia ya..dokter dan Internet (ini bagiannya Pak Erik nih..)πŸ™‚
    Internet mahal..praktik sibuk..lupa (gak tau..) cara make komputer..tanpa Internet, praktik dah ramee… :))

    #4. Pak Anis: kayaknya Internet Indonesia dah agak mendingan nih..abis fakir bandwidth..πŸ™‚

    ternyata technorati ampuh juga..pdhl cuman ‘main kata-2’..πŸ™‚

    hi hi hi..’kerjaan sendiri’ aja lom beres..yg penting ada lifetime support dari Pak Anis..

  6. cakmoki mengatakan:

    @ mas Dani,
    Saya malah lebih yunior di bidang ini, tapi udah membuktikan manfaatnya luar biasa, makanya nekat ikut nulis dan ajak-ajak ts. Berhasil atau engga urusan belakang.

    @ Pak Anis,
    Jadi TI masih identik dengan bikin ppt ya … dan 1 jam kan cuman tutal-tutul aja.
    Lucu dong dr ndeso aja bisa nerangkan Ro ke pasien pakai pda, masa yang spesialis virtual doang *umuk nih*
    Mungkin kita-kita perlu lebih gencar. Tapi saya makmum aja ya …

  7. Dani Iswara mengatakan:

    #6. Pak Hatmoko (cakmoki): Kapan2 Pak Hatmoko mesti cerita2 nih..gemana kesan2 pasien, TS, perawat, ato staf lain yg merasakan manfaatnya PDA..biar teknologi jd lbh merakyat..bukan cuman petantang-petenteng gadget mahal tp cuman buat nelpon ama sms aja..kasian..

    kesenjangan teknologi mungkin memang telah tjd di dunia kedokteran kita..alat medisnya canggih2 aja bs ngikuti dan kebeli, sistem/teknologi lain yg lbh sederhana hrsnya lbh mudah dikuasai..

    barrier teknologi ini mungkin sdh saatnya dipertipis..πŸ™‚

  8. cakmoki mengatakan:

    iya deh, nanti nulis secara khusus tentang manfaat pda yang lebih aplikatif, siapa tau para ts tertarik.
    Seperti pengalaman mas Dani waktu di bali ketemu pasien nippon di hotel, dicetak aja trus bikin brosurnya, trus titip pak Anis, disebar ke ts.
    Covernya, acting waktu praktek pakai pda hehehe
    πŸ™‚

  9. Anonymous mengatakan:

    pak Hatmoko: begitu selesai S2 informatika kedokteran saja, masih ada beberapa petinggi yang nyuruh saya untuk ngetik tulisan tangan menjadi ppt kok. he..he..he..saya juga maklum tentang hal itu. Makanya, sampai sekarang saya gak pede bicara kurikulum informatika kedokteran. Pernah sekali bikin workshop kurikulum informatika kedokteran berbasis kompetensi, tetapi jadi malu sendiri.
    Acara utk calon residen besok 1 hari lho pak (jam 8 sampai jam 3), bukan 1 jam, jadi ya moga-moga lumayan. Saya lagi mau bikin kuesioner kecil2-an.
    Keliatannya, dokter ndeso yang umuk harus lebih banyak lagi.*mode serius*. Siapa tahu lebih mempan promosinya daripada dokter kota…

  10. cakmoki mengatakan:

    @ pak Anis
    Kalo yg pakar malu, lha yang kayak saya lebih malu hehehe
    ga jadi umuk ah
    *ngga serius*
    πŸ™‚

  11. linkmedia mengatakan:

    Kunjungi juga
    http://software-komputer.blogspot.com

    situs tentang kumpulan Resep Ramuan Herbal untuk berbagai macam penyakit

    Pada Penulis : boleh minta blogroll?

%d blogger menyukai ini: