Open Source Software dan Kesehatan

Open source software (OSS) telah banyak digunakan di berbagai bidang. Walaupun harganya relatif lebih murah bahkan gratis, tetap memerlukan perhitungan lain dari sisi biaya kustomisasi, pelatihan, pemeliharaan, pemutakhiran, keamanan, dan sebagainya.

Beberapa komentar umum seputar penerapan perangkat lunak dan sistem operasi open source:

  • biaya sistem operasi/piranti lunaknya memang murah bahkan gratis, tapi biaya implementasinya menjadi lebih mahal dibanding vendor locked-in
  • dengan kode terbuka (open source) yang diketahui semua orang, bukankah malah menimbulkan kelemahan di sisi keamanan
  • pemutakhiran versi sistem/piranti lunak yang begitu cepat menimbulkan keraguan akan kestabilan sistem/piranti lunak itu sendiri
  • dokumen office yang diketik dengan piranti lunak open source tidak dapat dibaca dengan baik di piranti lunak komersial

Nyatanya, sistem operasi dan perangkat lunak open source semakin banyak diterapkan di berbagai negara dan bidang pemerintahan, pendidikan, bahkan pertahanan dan keamanan (karena kegagalan memperoleh diskon dari vendor sebelumnya?).

Bagaimana dengan sektor kesehatan?

Aplikasi open source bidang kesehatan/kedokteran dapat dilihat daftarnya di halaman LinuxMedNews ini.

Di lingkungan server, keluarga Unix (termasuk GNU/Linux) mungkin sudah dijadikan bagian dari suatu sistem yang handal dan reliabel dengan prestasinya yang relatif stabil, jarang mengalami crash dan tahan virus.

Penggunaan PHP-MySQL juga semakin rutin melengkapi kehandalan basis data (database) dan situs web.

Di sisi pengguna (pribadi maupun korporasi) kesehatan, nampaknya belum banyak yang menggunakan (mengetahui; menyadari) sistem operasi/perangkat lunak open source ini (mudah-mudahan dugaan saya salah..).

Orang-orang bidang kesehatan mungkin memang bukan golongan orang yang techie (lekat dengan sesuatu yang berbau teknologi..baunya seperti apa ya..), tapi nyatanya banyak mengadopsi peralatan canggih nan mahal di lingkungan rumah sakit.

Open standard dikembangkan untuk standardisasi pertukaran data kesehatan (misal HL7).

Beberapa perangkat lunak kesehatan hanya (baru) dapat berjalan di atas Windows. Misalnya Epi Info yang dirilis tanggal 9 Februari 2005, dengan versi terakhir 3.3.2, merupakan suatu aplikasi gratis (freeware), digunakan oleh mereka yang terkait bidang epidemiologi, kesehatan masyarakat, dan kedokteran untuk membuat format kuesioner, kustomisasi proses masukan dan analisis data, penyajian data statistik dengan tabel, grafis dan peta (Epi Map).

Piranti lunak statistik SPSS (komersial; yang tidak mampu saya beli sendiri secara legal..[kopi aja..] ) masih banyak digunakan di kalangan pendidikan kesehatan sebagai bagian dari laporan ilmiah/penelitian. R Software sebagai alternatifnya mulai diperkenalkan.

‘Laporan penelitian/ilmiah dibuat dengan MS Word dengan format…’ Pernyataan ini masih saya temui di kampus (untung ada Campus Agreement).

‘Best viewed with Internet Explorer…’ Masih nampak di beberapa situs kesehatan lokal. Mungkin lain kali diganti dengan best viewed with standard browser ..

Tulisan ini sekalian menyambut ‘2007 Open Source Health Care Summit @ Southern California Linux Expo (SCALE)‘ pada Februari nanti. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di http://www.socallinuxexpo.com/healthcare. Intinya menceritakan bagaimana pilihan open-source diterapkan di bidang organisasi medis, praktik pribadi, dan rumah sakit.

Beberapa studi kasus penggunaan open source di lingkungan pelayanan kesehatan yang dapat diajukan sebagai proposal:

  • Relevance of Open Source software and open standards for the Health Care industry
  • Integrating proprietary systems with Open Source
  • VistA – The Open Source EMR used by over 800 hospitals of the Veterans’ Administration
  • Open Source in the National Health Information Network (NHIN)
  • Integrating proprietary systems with Open Source software
  • Open Source in regional health information organizations (RHIO)
  • Open Source in private medical practices
  • What to consider when choosing Open Source software for health care environments
  • Current and future growth of Open Source in health care
  • Use of Open Source software for health care in government and nonprofit settings
  • Open Source in medical research settings and studies
  • Practical applications of Open Source in medical/health care settings

Untuk para pengembang, ayo kembangkan open source.
Untuk kita sesama pengguna, mari gunakan open source dari diri sendiri.

Coba:
Open Source untuk Windows
Open Source untuk Mac

———
Β» Share: digg this

» Technorati tags:

Leave a comment, you can use these tags (XHTML) :
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Get your image/avatar icon online from Gravatar.

11 Balasan ke Open Source Software dan Kesehatan

  1. MaIDeN mengatakan:

    Ajakannya ah … 3M lagiπŸ˜€

  2. Dani Iswara mengatakan:

    #Maiden:πŸ˜€ yg penting kan niatnya..bukan bgt bukan.. πŸ˜€

  3. helgeduelbek mengatakan:

    Komentar-2 umum seperti di atas adalah bagi yang tidak/belum menyelami kemampuan open source secara mendalam, seperti saya dulu (mungkin sampai sekarang masih juga karena belum banyak tahu). Selalu berpikir jangan-jangan…

    Semula saya pikir kalau pakai OOo jangan2 tidak bisa dibuka di ms office, eee tenyata untuk savingnya disitu juga disedaikan penyimpanan dengan format ms office. Jadi yah sudah gak takut lagi. Meskipun kadang beberapa kenyamanan tidak kita temui di OSS.

  4. Dani Iswara mengatakan:

    #Pak Urip (helgeduelbek): yah namanya jg gratisan hrs ada ‘perjuangannya’ juga.. (dulu saya lulus sarjana ternyata pake yg bajakan..krn gak ngerti blaz..)πŸ˜€

  5. cakmoki mengatakan:

    Sudah pernah nyoba yang mana nih, yang friendly.
    bagi-bagi dong.πŸ˜€

  6. prayogo mengatakan:

    Saya itu pengen sekali menginstal program yang open source seperti linux, open office, tapi sayang sampai saat ini baru open office yang bisa terlaksana, sementara untuk linux belum pernah saya lakukan. Jujur saya lebih suka memakai yang open source di bandingkan yang harus beli/bayar. Kelak saya yakin, saya akan merasakannya (linux).

  7. Dani Iswara mengatakan:

    #Pak Hatmoko (cakmoki): sebagai pengguna desktop standar di Windows saya pernah make yang berikut ini Pak..
    dl dptnya dari The 46 Best-ever Freeware UtilitiesπŸ˜€

    #Prayogo: kl blm bs lepas dari Windows krn tuntutan pekerjaan, katanya sih boleh coba dual/triple (atau lbh) boot, Windows + partisi lain diisi Linux misalnya. Lebih baik lagi coba live cd-nya (mis. Ubuntu, Simply MEPIS) aja dulu tanpa mengganggu partisi yg ada untuk perkenalan πŸ˜€

  8. prayogo mengatakan:

    live cd-nya (mis. Ubuntu, Simply MEPIS)

    Saya bisa mendapatkanya di mana Mas? gratis tidak?

  9. Dani Iswara mengatakan:

    #Prayogo: ada yg gratis (ship it ubuntu); live cd + installer, ada yg ‘ganti biaya bakar cd’ (burning), beli/pinjem di komunitas Linux terdekat..πŸ˜€ (power of community)

  10. nina mengatakan:

    bagus banget dc, bisa bantu buat tugas kuliah

  11. dieyou mengatakan:

    sy baru mengambil matakuliah informatika- kedokteran,karena mempunyai rencana untuk mengambil TA dbidang itu…
    ternyata minat dokter tentang iT dan Open source tinggi juga…
    senang bisa mampir kesini…πŸ˜€

%d blogger menyukai ini: