Mencoba Performancing vs Deepest Sender

Ini hanya pengalaman pribadi (subjektif) mencoba Performancing vs Deepest Sender (editor blog terputus/offline sesama ekstensi Firefox) tanpa menelusuri tulisan-tulisan lain yang serupa. Tulisan ini dibuat atas permintaan teman sejawat sekaligus kakak kelas saya (yang masih sempat ‘ngeblog’ di sela-sela kesibukannya memimpin sebuah RS di BaliπŸ˜€ ) Cock Wirawan.

Prasyarat yang saya gunakan:

Performancing (tampilan editor teks):

  • ikon dapat diletakkan di bar status (bawah)
  • menu pilihan terasa lengkap (kolom kiri, tengah, dan kanan)
  • tab source/code/html tetap menampilkan ikon untuk membantu gaya penulisan teks (b, i, u, dll)
  • tulisan dapat disimpan sebagai Note

Performancing; kolom kiri, terdapat:

  • fasilitas statistik blog dengan akun performancing metric
  • informasi taut masuk (incoming links) suatu halaman web menurut Technorati
  • bookmarks dari del.icio.us
  • pengaturan (settings) menu performancing

Performancing; kolom kanan, terdapat:

  • daftar akun blog
  • pengaturan kategorisasi (harus terhubung/online)
  • daftar tulisan terakhir (history)
  • daftar tulisan (Note) dan fasilitas pencarian arsipnya

Pada menu Publishing Options:

  • tulisan dapat dikirimkan sebagai draft
  • terintegrasi dengan Technorati (tags dan links) dan del.icio.us (bookmarks)
  • dapat memasukkan taut trackback
  • ada pilihan pengaturan ping

Deepest Sender:

  • dipanggil dari ‘Tools’ Β» ‘Deepest Sender’ atau ‘View’ Β» ‘Toolbars’ Β» ‘Deepest Sender’ atau ctrl + \
  • ada pilihan konversi <br /> menjadi baris baru
  • kategorisasi (online)
  • setelah login, pilihan menu dan tampilan jauh lebih sederhana
  • tab source tidak menampilkan ikon untuk gaya penulisan teks
  • ada pilihan memasukkan berkas (file) suara
  • menu bantuan (F1) hanya dapat diakses secara terhubung/online

Kesan saya:

  • Dengan ukuran berkas instalasi yang tidak jauh berbeda (sekitar 277-294 kb), Performancing jauh lebih lengkap (rumit) dibanding Deepest Sender (saya tidak/belum membandingkan konsumsi memori yang digunakan keduanya saat loading Firefox maupun saat aplikasi berjalan)
  • Performancing sempat hang saat saya salah/kurang menutup salah satu tag (saya mencoba membiasakan diri menggunakan XHTML yang lebih bermakna semantik seperti <strong>, <em> dibanding <b> dan <i>), akhirnya kopi-rekat/salin-tempel dulu ke editor teks Linux, lalu kopi-rekat lagi ke Performancing (edit lagi)πŸ˜€
  • sepertinya keduanya tetap mampu memproduksi tulisan/halaman yang valid XHTML (akur dengan editor wordpress.com, kecuali tulisan ‘powered by performancing firefox’ berpeluang tidak valid XHTML [?])
  • tes ini berhasil dengan akun wp.com, tetapi gagal saat saya coba dengan akun blogger.com (Dani Iswara Weblog), mungkin karena blog ini sudah saya modifikasi [?]😦 , coba lagi dengan akun blogger.com yang lain/standar (Dani iswara on Trial) dan berhasil hanya dengan performancing..kenapa ya..

catatan: halaman blog ini sedang tidak valid XHTML [😦 ]

Technorati Tags: , , , , ,

powered by performancing firefox

10 Balasan ke Mencoba Performancing vs Deepest Sender

  1. helgeduelbek mengatakan:

    Saya tidak mengerti makna valid atau tidak valid dan apa pengaruhnya, mungkin mas dani bisa kasih penjelasannya. Blog saya juga setelah saya cek banyak juga yg gak valid, lalu dampaknya kepada apa yah?

    » helgeduelbek:
    saya cuman iseng aja pak guru..πŸ™‚
    sehingga yg lbh teknis itu saya catet (pisahkan) bbrp di Dani Iswara Weblog yg blogspot itu..πŸ™‚

    btw kok Matt bilang semua tema standar wp.com valid css dan xhtml ya.. ???

  2. Kang Kombor mengatakan:

    Saya pernah coba performancing untuk WP.org dan berhasil. Kalau untuk WP.com dan Blogger saya belum pernah coba sehingga tidak bisa memberi masukan, Kang Dani. Deepest Sender bisa diinstal di Windows nggak?

    » Kang Kombor:
    dimana firefox bisa diinstal, deepest sender bakalan setia ngikutin kang…πŸ˜€

  3. imcw mengatakan:

    dan…sorry saya nggak bisa ikutan nyoba, karena tidak menggunakan firefox…entahlah saya lebih suka menggunakan opera, lebih cepat dalam loading web…ini berdasarkan ilmu perasaan lho, tidak pernah melakukan benchmark dengan alat…

    » imcw:
    opera posting pake apa cock biasanya..
    pake opera cache-nya rajin amat ya..kl cek web agak ribet refreshnya…πŸ™‚

  4. cakmoki mengatakan:

    Yang blogspot trial mungkin sudah xhtml penjelmaan beta. Saya pakai semua tuh kesaktian si rubah api. Cuman file draft masih pakai tree node. Gimana kalo pakai xhtml editor semacam Note Tab light, lalu pindah ke Scribefire ? Kali validasinya oke.
    Soal blogspot baru, sementara belum otak-atik lagi.

    » cakmoki:
    stlh update ke scribefire…bisa posting ke blogspot yg sebelumnya gagal itu..πŸ™‚
    tp krn make “read more” style, ya mesti edit di blogger.com jg biar lbh nyaman..

    enaknya wp.com ada konversi (ntah sejauh mana) xhtml-nya itu..
    kl di blogger.com salah ketik kode html, muncul pesan error kl ada kode yg salah, tp alt + back, bisa diedit lg..πŸ˜€
    akhirnya balik-2 saya pake editor teks manual jg…πŸ™‚
    iya cak..saya masi suka template klasiknya..
    krn wp.com ini lg gak valid..saya ngisi yg di blogger.com aja (protes ama wp.comπŸ˜€ )
    maklum lg blajar strict ma xhtml…😦

  5. cakmoki mengatakan:

    Sori nambah:
    @ imcw,
    Pakai 2 atau 3 browser kan bisa. Cobain deh, siiippppπŸ˜€

  6. MaIDeN mengatakan:

    Kalau di blogger, “url server api”-nya pakai apa ya ?
    Thank’s

    » MaIDeN:
    aduh maap..gak ngerti..lom baca lg..buat apaan ya..kali MaIDeN mo nge-review…πŸ˜€
    kl bisa buat ping update..enak itu..πŸ™‚

  7. peyek mengatakan:

    mas, saya pengguna deepest sender (ds), masih belum bisa edit tulisan yang sudah diposting sampai dengan versi terbaru, saya suka pake ini, karena lebih tidak ketahuan ketika update blog dikantor jadi buka ds minimize firefox, beda sama performancing yang ada di toolbar bawah firefox, kan lebih ketahuan boss kang, nah apakah ada cara supaya performancing berada di luar firefox.

    » peyek:
    emang dah ada ya blog editor offline yg bs edit tulisan..kl ada info dong..πŸ˜€ alasannya itu lho..saya jg takut ntar si bos baca jwb ini..trus ketauan jg deh..πŸ˜€

    saya pake FF + ScribeFire (dl namanya performancing) di Ubuntu Linux:
    » klik kanan logo SF di bar bwh
    » pilih Open in Window

    awas bos dtg…πŸ˜€

  8. MaIDeN mengatakan:

    “coba lagi dengan akun blogger.com yang lain/standar (Dani iswara on Trial) dan berhasil hanya dengan performancing..kenapa ya..”

    +MaIDeN,
    Waktu konek ke blogger.com lewat performancing bukannya harus memasukkan server api nya blogger ?

    » MaIDeN:
    o iya itu ya maksudnya…maap MaIDeN…gak dongπŸ˜€ …soalnya pake default semua…klik next aja..
    tp dg ScribeFire (nama barunya performancing) dukungan utk blogger.com dah lbh baik..dan berhasil utk semua akun blogger.com yg saya coba..πŸ˜€

  9. MaIDeN mengatakan:

    Clear sudah.
    Maafkan saya juga yang bikin bingung. Soalnya itu kan sudah jadi issue lama di blogger

    Btw, kemaren emang belum nyoba sih, dah nanya.
    Sekarang dah nyoba, dan emang bisa di blogger baruπŸ™‚
    Thank’s infonya

    » MaIDeN:
    saya jg br nyoba belakangan ini..πŸ˜€

  10. munggur mengatakan:

    kalau di blogger, bukannya lebih enak nge-blog langsung dari Gmail. lebih praktis dan juga bisa langsung dilihat. atau lebih enak lagi kalau dari Thunderbird yang terhubung dengan Gmail. Mantap!
    Anyway, dengan wordpress lebih enakan pakai Performancing (sekarang berganti nama ScribeFire. fiturnya memang lengkap. praktis lagi.

    » munggur:
    yup setuju..
    tp saya seringnya ngeblog pindah2 warnet, plg banter pake firefox portable
    tp nulisnya tetep teks editor biasa, validitas html-nya lbh bebas ngontrol..πŸ™‚

%d blogger menyukai ini: