Gaya Menulis Blog

Saat mencari di Google dengan kata kunci gaya menulis blog, saya hanya menelusuri 2 halaman pertama saja. Terdapat beberapa temuan yang menurut saya menarik.

Dari Refleksi dan Blog Tutorial, memuat Tip Menulis Blog. Saya mencatat ada tiga hal penting yang dikemukakan:

  1. Jangan pernah menyontek tulisan orang
  2. Tulis topik yg Anda suka
  3. Mengutip tulisan di blog lain dg Live Link.

Om Budi Putra lewat tulisan Tips Ngeblog buat Pemula (7): Content Gaya Penulisan, mengutip tulisan Jonathan dari buku The Rough Guide to Blogging: Navigate the Blogosphere (London: Rough Guides Ltd, Oktober 2006) hal-80-81. Lima gaya penulisan itu:

  1. Menghibur
  2. Informatif
  3. Inspirasional
  4. Berselera humor
  5. Mudah diingat.

Pak Guru Urip pernah mengutarakan Bagaimana saudara menulis. Beliau ini teramat sangat lancar ide menulisnya sampai saya teringat tulisan beliau tentang Teori Berak dalam Menulis yang dikutip dari Mengapa Menulis sangat Mudah (taut lama). Telusuri taut baru di Kategori: Menulis sangat Mudah.

Gaya dan tips menulis blog seperti di atas sangat pantas untuk ditiru.

Saya hanya akan menambahkan sedikit lagi:

  1. Sumber tulisan
    Kisah nyata (coba kunjungi blog milik Bang Arif Kurniawan).
    Berita terkini dengan sudut pandang pandang tertentu (mis. Lumpur Lapindo, Garuda jatuh, STPDN, IPDN).
    Narsis (tentang penulis sendiri, ‘berbau’ kejujuran).
  2. Topik tulisan
    Spesifik / tidak; tentang tutorial (mis. tutorial pemula blog), how to, panduan, tip (mis. 10 tip ngeblog dengan Blogspot), trik (mis. 10 trik mempercepat Ubuntu), review (mis. review ponsel terbaru), teknologi (tulisan topik spesifik itu sering disebutkan sebagai topik laris; lebih baik lagi jika disertakan berkas pdf yang bisa diunduh, terutama untuk tutorial yang panjang), foto (laris juga..apalagi jika…), agama, politik, dll.
    Umum (lebih bebas memilih topik).
  3. Panjang / pendek tulisan
    Tulisan pendek mungkin lebih nyaman dibaca dan dicerna (melelahkan menatap layar komputer, ‘di warnet nih..’, ‘memangnya cuman baca blog itu aja..’).
    Tulisan panjang dengan taut untuk menunjang analisis juga menarik (jika sudah memiliki pengunjung setia, mis. W a d e h e l, Priyadi’s Place).
  4. Bahasa
    Ada yang konsisten dengan Bahasa Indonesia baku (EYD), mis. Jay adalah Yulian, #direktif (meta bahasa jelas:"id"; ‘susah juga euy..’).
    Ada juga dengan bahasa gaul, Bahasa Indonesia sehari-hari, bahasa daerah, Inggris, bahasa medis, atau campuran lainnya (agak merugikan dari sisi meta bahasa bagi yang ngeblog dengan Bahasa Indonesia dan Inggris campuran).

Sejalan dengan pengalaman, anda akan menemukan gaya menulis blog yang sesuai…

35 Balasan ke Gaya Menulis Blog

  1. leeloos mengatakan:

    kalo saya pake gaya kupu-kupu

  2. Biho mengatakan:

    kalo saya pake gaya ngasal.

  3. fertobhades mengatakan:

    gaya penulisan saya justru selalu berubah-ubah, Pak, tetapi yang saya jaga selalu menggunakan bahasa Indonesia baku, walaupun terkadang suka terpeleset.

  4. ghozan mengatakan:

    halo dani… masih inget gak? ini Agus Sanjaya… kita SMP bareng tuh di SMP 1… wah ternyata what a small world yah… kita sama2 kenal dr. Ady yang rada2 tiiiitttt…. hehehehe canda di… btw, main2 ke blogku yah… boleh link gak? (pasti boleh kan :D)

    » Agus Sanjaya:
    ya dl saya pernah mampir, tp mungkin blm komen..
    Ady? he he he…(kejat-kejit alisne…)
    sdh saya link balik dari yg di blogspot..keep blogging ya..😀

  5. arul mengatakan:

    kalo saya gado-gado…
    enakkan ?🙂

  6. M Shodiq Mustika mengatakan:

    Ada blog yang ternyata lebih berfungsi sebagai situs umum daripada diary pribadi. Karena itu, mengutip dari sumber lain tidak masalah. Yang penting, jujur. Boleh ‘nyontek’ (copy-paste), asalkan sebutkan sumber asalnya secara lengkap.

  7. imcw mengatakan:

    kembali ke hakekat blog secara sesungguhnya yaitu ‘kebebasan’…kebebasan inilah yang menjadi nilai tambah blog bila dibandingkan dengan tulisan tulisan di majalah, koran dll…termasuk bebas memilih topik dan lain lain…
    beberapa negara otoriter mulai gerah akan kebebasan dunia blog…mereka mulai mengeluarkan ancang ancang untuk memberangus dunia blog…

  8. gadiez mengatakan:

    kalo saya yg penting posting….. posting….posting…..😀

  9. With my Smile mengatakan:

    kalau aku gaya opo yaa…? Wah wis ga eroh sak metune… gaya bebas aja hahahaha… nyang penting ngarti aja lho… mo nulis ilmiah bukan di blog tempatnya.. kasihan yg baca.. ntar pesannya ga sampe…

  10. kangguru mengatakan:

    Gaya saenake dewe sayamah

  11. erander mengatakan:

    Gaya tulisan emang bisa berbagai macam2 kok. Ada yang nulis miring, tegak, huruf besar semua atau huruf kecil semua bahkan huruf cetak. Hmm *celingak, celinguk* … oh !! itu tulisan tangan ya? Sori bos, salah komentar hehehehe

  12. Mashuri mengatakan:

    Blog: wahana ekspresi tanpa birokratis “dewan redaksi”, dan sangat personal…..

  13. peyek mengatakan:

    pengen bisa nulis bagus, entah pake gaya apa, tapi masih kesulitan mungkin kurang luasnya wawasan

  14. Dani Iswara mengatakan:

    » all:
    yg saya tangkap ada poin:
    • kebebasan → semoga jg bertanggung jawab
    • biar asal (blm terdefinisikan), munculnya ide menulis pasti ada pemicunya (berita media lain, pengalaman, dll)
    • kalo gaya bahasa, nah org sastra pasti lbh ngerti…😀

  15. dari samarinda mengatakan:

    pak dokter,
    di udayana lulus tahun berapa?
    berarti dulu sering sholat jumat di masjid an-nur, jalan diponegoro, sanglah, denpasar?
    atau lihat-lihat buku di toko buku “al-hikmah” milik mas memet?
    atau sering makan siang di “warung zaenah”?

    » sahrudin:
    2002..
    lainnya ngga jg..

  16. Nieke,, mengatakan:

    saya juga suka agak parno sama kriteria ngeblog..

    btw, om dani jgn lupa main2 kepostingan terbaru saya ya.. skalian pamit😉

  17. mina mengatakan:

    kalo dani pake gaya apa, ya? hmm..hmm…

  18. ndarualqaz mengatakan:

    kalo saya gak pernah pake gaya. mosok nulis aja pake gaya segala, kayak model sabun colek, buah. kalo nulis saya ya pake kertas dan pulpen dipegang sama tangan. kalo nulis pake komputer ya jari saya saya ketik-ketikkan pada kibord. mosok kok nulis aja harus pke gaya-gayaan segala, aneh. trus itu, mosok nulis pake gaya kupu2, mbok yo mikir, ngapa gak sekalian aja nyelem sambil menulis.

    (kekekeke, mungkin seperti inilah gaya menulis iseng saya)

    » ndarualqaz:

    …nyelem sambil menulis

    nah itu gaya para ‘pejuang’ AdSense..nyelem (nyari duit) sambil menulis…😀

  19. xwoman mengatakan:

    aku juga gaya bebas, pokoknya™ apa yang ada difikiran dikeluarin.
    Mau nulis dengan bahasa formil ya kok susah banget ya!

    Eh maap dok maen nyelonong aja😀

  20. Nieke,, mengatakan:

    om dani, blognya aku link ya😀

    btw, kalo ada waktu, ikutan polling banner piala kemenangan Nona Nieke,, Blog “Award” di blogku ya om, makasih🙂 . skalian iklan neyh?😀

  21. MaIDeN mengatakan:

    Memang susah untuk menjadi ideal itu ya.
    Kalau saya termasuk golongan nulis sak udele sak karepe. Gaya bahasa/tata bahasa sangat amburadul.
    Soalnya pelajaran bahasa indonesia saya jelek😦

    Tapi ya,
    Kan kalau mau bikin buku saya kan juga bisa pakai jasa editor😀

  22. Nieke mengatakan:

    om daniiii.. kok ndak apdet?😦

    btw, aku mau tau donk om caranya masukin banner ke wordpress.com

    thanks b4🙂

  23. Fany mengatakan:

    boleh juga nih rangkuman dan tipsnya. tambahan lagi apa ya.. bertanggung jawab kali ya..
    kalo saya sih pake gaya gado-gado :p *duh gak konsisten…*

  24. Abdi Dalem mengatakan:

    Kalo saya termasuk yang mana yo?

  25. aprian mengatakan:

    wetsehh ada dani disini tyt..hehhe. Pa kabar dan? Kalo pulang ke bali kabar2i nak’e. Tetangga kok gak pernah ketemu gini selepas sma.

    Btw, biasanya gaya menulis ketemu kalo udah beberapa kali nulis sih. Makin banyak nulis makin bagus. Cuma sering nulis juga susah. Kayak aku sekarang, mentok karena urusan hati…he he he he😛

  26. Dani Iswara mengatakan:

    » aprian:
    alo bos..baik gen..😀
    kpn2 ketemuan lg..
    ya lat nulis..

  27. change mengatakan:

    kebnykan para blogger gayanya ampir2 mirip 😀

  28. kurtubi mengatakan:

    kalau mengadopsi bahasa sms misalnya : “saya g buru2 sarapan pagi krn ber-xx sakit perut.” gimana bos…

    hei salam kenal pak dokter…🙂

  29. munggur mengatakan:

    gaya baku lebih enak karena bagaimana pun mudah dibaca daripada yang gaya sms/chat di messenger…

    asal ga gaya-gayaan dan isinya aneh2 doang

  30. yusuf SOLO mengatakan:

    gaya saya apa yaa?
    ada yang bilang NJAWANI… alias ndeso… SUPER KATROWKK
    he he he ehe

  31. firmansyah mengatakan:

    kalau bisa pakai gaya nungging, but sekarang lagi sakit dan minta di suntik sama pak dokter. salam kenal🙂

  32. Ike mengatakan:

    Kalau aku lebih suka suka pake gaya ku sendiri tuh :d, tp masalahnya kadangan suka binun n gak ada ide mo nulis apaan, disela-sela waktu kalau ada barang baru baru dech aku apdet :d

  33. Salut Pak Dokter … salam dari Banjarbaru

  34. dani iswara mengatakan:

    @Ersis Warmansyah Abbas: makasi pak dah mampir..makasi atas ide2nya utk membaca dan menulis🙂

  35. drmukhlis mengatakan:

    sebaiknya bebas bertanggungjawab ya…Soalnya kasihan orang yang tersesat gara2 “fatwa sesat” kita!

    Salam kenal dan mari terus berbagi

%d blogger menyukai ini: