Gambar Splash Screen Firefox

19 Februari 2007

Tulisan mengganti gambar (ekstensi) Splash Firefox ini sebagai hiburan di tengah maraknya perbincangan tentang pornografi, agama, korupsi, pungli, dan topik ‘panas’ lainnya.. ๐Ÿ˜€
variasi lah..

Bagi yang belum menggunakan Firefox, silakan diunduh dulu, gratis..pakai Firefox!

Pengguna Firefox, silakan klik untuk refreshing..

Iklan

GNU/Linux – GNU/Linux, Windows, Open Source Software

7 Januari 2007

Menurut Sitemeter yang saya pasang, sepanjang tahun 2006, sebagian besar pengguna komputer pengunjung blog ini menggunakan Windows XP sebagai sistem operasi dan Internet Explorer 6.0 sebagai browser-nya. GNU/Linux dan Firefox menempati posisi berikutnya.

Di tengah gencarnya gerakan penegakan HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dan anjuran penggunaan open source software oleh pemerintah dan kelompok komunitas (Open Source Software), MoU (Money eh Memorandum of Understanding) antara Pemerintah RI dan Microsoft tetap berjalan.

Selain penggunaan sistem operasi Windows, aplikasi perkantoran seperti MS Office juga masih banyak digunakan di kalangan pemerintahan, pendidikan (beberapa kampus telah menerapkan Campus Agreement), termasuk kesehatan.

Di beberapa negara lain terjadi kegagalan/penolakan kesepakatan dengan Microsoft, sehingga memutuskan menggunakan sistem operasi turunan (distro) GNU/Linux dan open source software. Bahkan berkembang standardisasi format dokumen di lingkungan pemerintahan yang disepakati menggunakan Open Document Format (ODF) seperti pada OpenOffice.org. MS Office pun akan mengikuti standar ini.

Pemikiran penggunaan open source software di Indonesia nampaknya mengacu pada penghematan devisa negara, pengembangan sumber daya manusia, penegakan HaKI, mengurangi ketergantungan dari negara lain, dan seterusnya.

Lalu :

  1. Mengapa kita belum juga beralih dari Windows (bajakan)?
  2. Apa keuntungan open source software dan free software?
  3. Mengapa pakai GNU/Linux?

Sependek yang saya ketahui sebagai pemula (saya mengenal komputer PC sejak SMU; memiliki PC sendiri baru pertengahan kuliah S1 dulu dan lulus dengan bantuan program-program bajakan ๐Ÿ™‚ ; terpapar laptop, Internet, dan open source software sejak kuliah di Yogyakarta, ok kembali ke too cool ๐Ÿ™‚ ) komputer desktop dan komputer jinjing (laptop;notebook), berikut ini jawaban saya untuk pertanyaan #1:

  1. Windows jelas lebih nyaman
    • Tidak perlu tahu/belajar apa itu GNU/Linux
    • Tidak perlu bingung urusan driver dan pengenalan perangkat
    • Instalasi software/perangkat[piranti] lunak ‘relatif’ lebih mudah (tidak repot oleh paket dependensi dan cara teks)
    • (Masih) Lebih banyak penggunanya, relatif lebih mudah mencari bantuan
  2. Sulit mengubah kebiasaan di atas
  3. Tidak (mau) mengerti HaKI itu jenis binatang apa ๐Ÿ™‚

Jawaban #2:

  1. Bebas dikembangkan menurut lisensinya
  2. Bebas diperbanyak menurut lisensinya
  3. Bebas disebarkan menurut lisensinya
  4. Bebas digunakan menurut lisensinya

Bebas disini belum tentu selalu berarti gratis.

Jawaban #3:

  1. Tidak ingin repot dengan virus
  2. Lebih murah dari Windows (asli); bahkan ada yang gratis dan legal
  3. Banyaknya distro berarti lebih bebas memilih sesuai keinginan
  4. Paket aplikasi/piranti lunak standar yang lebih lengkap, murah dan legal dibanding Windows (distro GNU/Linux berbasis KDE terasa lebih lengkap dibanding GNOME)

Saran untuk yang berminat migrasi (melegalkan diri):

  • sesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan (berbeda sendiri mungkin agak menyusahkan..)
  • mencoba menggunakan piranti lunak open source windows dan free software di Windows (bukan bajakan)
  • mencoba edisi live cd salah satu distro GNU/Linux
  • mencoba dual boot GNU/Linux dan Windows

Bagaimana dengan anda?


GNU/Linux – Ubuntu newbie on laptop

1 Oktober 2006

From a newbie…CMIIW…
After Ubuntu 5.04, Fedora Core 3, 4, SimplyMEPIS 3.4.3, Ubuntu 5.10, Mandriva 2006, Fedora Core 5, OpenSUSE 10, Kubuntu 6.06, SimplyMEPIS 6.0, now back to Ubuntu 6.06 (Dapper)..got from shipit, absolutely free (except Rp 7.000 for Indonesian mail; Rp 3.000 for the small package’s [10 CDs] tax + Rp 4.000 for the extra large plastic recover) ๐Ÿ˜€

Ubuntu newbie, click here please..


Health Informatics – GNU/Linux dalam Kedokteran

1 September 2006

GNU/Linux makin banyak digunakan di berbagai bidang termasuk kedokteran.
Beberapa aplikasi GNU/Linux dalam kedokteran yang dapat saya temui di Internet diantaranya:

Mari lihat-lihat dulu..


CompTech – Kebijakan Open Source FK UGM

1 September 2006

Pada diskusi panel Kebijakan dan Prospek Open Source di lingkungan FK UGM tanggal 14 Agustus 2006 lalu, hadir sebagai pembicara: Engkos Koswara dan Kemal dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Bambang Prastowo (Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi [PPTIK] UGM), Jazi Eko Istiyanto (FMIPA UGM), Iwan Dwiprahasto (FK UGM), Hari Kusnanto (Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat [IKM] FK UGM), dan Nova Rusydi Setiawan (administrator jaringan FK UGM) diikuti oleh beberapa rekan mahasiswa dan pemerhati open source. Diskusi dimoderatori oleh Pak Anis Fuad.

Pak Engkos dan Pak Kemal menekankan pada isu global pengembangan Open Source Software (OSS), posisi Indonesia sebagai konsumen dan pembajak nomor wahid (Priority Watch List) piranti lunak, kebijakan pemerintah tentang Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), penggunaan piranti lunak legal di pemerintahan, penghematan devisa, dan deklarasi Indonesia, Go Open Source (IGOS). Arsip program ini dapat dilihat di arsip IGOS.
Dalam sasarannya untuk meningkatkan SDM bidang teknologi informasi, maka instansi pendidikan harus dilibatkan.

Campus Agreement (CA) Microsoft dan Universitas Gadjah Mada (UGM) akan berakhir Agustus 2006 (sejak 1 Agustus 2003) ini. Untuk menghilangkan pembajakan piranti lunak di UGM, diluncurkanlah misi UGM Go Open Source (UGOS). Pak Bambang Prastowo menyampaikan untuk menghormati HAKI, kebebasan akademik, dan menciptakan prekondisi pengenalan produk open source, akan dilakukan penerapan sistem operasi dan aplikasi open source secara bertahap dan berkelanjutan pada komputer dan laptop yang tidak memiliki lisensi sistem operasi Microsoft. PPTIK akan membantu melalui pelatihan dan konsultasi.

Pak Jazi menekankan pada aplikasi office dan Internet dengan open source beserta contoh aplikasi, keunggulan dan kelemahannya.

Bagaimana dengan Fakultas Kedokteran UGM? Disampaikan bahwa beberapa PC di ruang tutorial FK telah telah menggunakan GNU/Linux. Belakangan, PC untuk akses Internet di perpustakaan FK telah menggunakan GNU/Linux.

Pak Dwiprahasto menegaskan UGM sebagai Research University dengan program internasionalnya tentu tidak dapat lepas dari dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Terdapat keunggulan serta kelemahan masing-masing Windows dan GNU/Linux dalam dukungan akademik. Migrasi Windows ke GNU/Linux sebaiknya dipertimbangkan dengan baik sehingga nantinya mampu bersaing secara global, bukan hanya karena gratis.

Pak Hari Kusnanto memberikan contoh-contoh aplikasi open source yang dapat digunakan untuk kedokteran dan kesehatan masyarakat, serta bioinformatik. Aplikasi tersebut antara lain: OSCAR (Open Source Clinical Application Resources) dari Kanada, openEMR, Open eMed, OpenGALEN, open standard dari HL7, dan GeoDa untuk pemetaan penyakit serta risikonya menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).

Mas Nova menyampaikan manajemen jaringan Internet (kabel dan nirkabel/WiFi) di FK UGM yang telah menggunakan GNU/Linux.

Jadi (pesan moralnya adalah…) migrasi ke piranti lunak open source adalah sebuah pilihan, yang penting dunia pendidikan dapat memberi contoh penggunaan piranti lunak legal dan menghargai HAKI tanpa mengurangi kebebasan dan kreativitas.

Perkembangan GNU/Linux di FK UGM dapat dilihat disini..

Gratisan di Windows dan tulisan GNU/Linux sebelumnya dapat dilihat disini..


GNU/Linux – Linux di Laptop

20 April 2006

Menggunakan GNU/Linux di notebook/laptop kini semakin mudah saja. Pengenalan perangkat keras dan perangkat jaringan telah semakin baik, walaupun kadang masih diperlukan sedikit usaha.

Beberapa taut/link berikut mungkin dapat membantu:

Cara lain adalah bergabung dengan forum atau milis GNU/Linux sesuai distro masing-masing, misalnya di Indonesia ada:

Bahkan Google juga memiliki fasilitas khusus untuk pencarian GNU/Linux di Google Linux. Akses Internet terbatas? Ada majalah Infolinux. Komunitasnya di hampir tiap daerah di Indonesia juga ada, namanya Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI).


GNU/Linux – distro linux

4 November 2005

distro terbanyak yang dipakai di dunia masih diduduki oleh distro tergratis..:))